Peta Bendera Negara Pengunjung

Free counters!

Daily Entry and all Arsips

Senin, 11 Oktober 2010

Banjir Bandang di Wasior, Papua Barat

Rumah yang terendam lumpur setelah banjir bandang di Wasior, Papua. AP Photo/Abdul Muin

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menegaskan banjir bandang di Wasior , Papua Barat disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia sebulan terkahir ini.  "Ini betul-betul karena fenomena alam karena curah hujan yang sangat tinggi," katanya saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenkokesra di Jakarta, Senin (11/10).

Hal itu didasarkan dari laporan yang diberikan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika yang diterima oleh pemerintah. "Yang memperparah kerusakan itu adalah benda-benda besar seperti batang pohon yang ikut terseret air," kata  Agung.

Menteri Lingkungan Hidup Gusti M.Hatta  juga membantah dugaan penyebab banjir karena adanya pembalakan hutan dengan liar di sekitar wilayah yang berakibat pada tidak mampunya tanah menyerap air. "Kalaupun ada illegal logging tidak signifikan dan hanya penebangan kecil-kecil saja, jadi yang dikatakan ada HPH itu tidak benar," kata Gusti.

Menurut Gusti,  besaran tanah terbuka di hutan sekitar Wasior tidaklah luas. "Tanah terbuka hanya sekitar 1,15 persen," ujarnya.
Banji bandar Wasior  yang terjadi sejak Senin (4/10), berdasarkan data di Kemenkokesra, tercatat    145 orang meninggal, 185 luka berat, 535 luka ringan dan 103 masih dilakukan pencarian. "Sekarang masih terus kita lakukan penyelematan korban, mencari korban hilang dan meninggal karena jumlah korban terus bertambah," ujarnya,.
Hingga kini jumlah pengungsi tercatat sekitar 1935 penduduk. Para pengungsi  tinggal di tenda-tenda yang disediakan baik oleh pemerintha pusat maupun daerah.
Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menuding, illegal logging menjadi salah satu yang menyebabkan banjir bandang di Wasior, Papua Barat, yang terjadi  sejak Senin (4/10)  lalu. Bencana tersebut hingga kini menewaskan lebih dari seratus orang.

"Kami punya bukti, foto yang memperlihatkan bahwa kayu-kayu yang hanyut dalam banjir adalah kayu hasil pembalakan,“ kata Direktur Eksekutif Walhi Berry Nahdian Forkan dalam Diskusi “Bencana Alam Mengancam” di Warung Daun, Sabtu (9/10).

RIRIN AGUSTIA ; Copy by Blog's Lengeh (http://iwa6els.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Check Harga & Booking Langsung Online, Jangan Tunggu Habis / Harga Naik?

Peta Rute, Harga & Booking Ticket Online ( klik kota asal & tujuan, terlihatlah )

Tweet Tentang #Bali #Indonesia