Peta Bendera Negara Pengunjung

Free counters!

Daily Entry and all Arsips

Senin, 02 Mei 2011

Kapal Sinar Kudus Sudah Dibebaskan + Kronologi Pembebasan + Uang Tebusan

Kapal Sinar Kudus Sudah Dibebaskan
Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Minggu, 1 Mei 2011 | 18:27 WIB

Dibaca: 18175 Komentar: 93

 
EPA/US NAVY / HANDOUT / Kompas Images
JAKARTA, KOMPAS.com — Kapal MV Sinar Kudus dibebaskan para pembajak setelah ditebus dengan sejumlah uang. Hal itu disampaikan oleh David Batubara, Direktur Utama PT Samudera Indonesia, dalam konferensi pers Minggu (1/5/2011) di Jakarta.
 
"Kami dari Samudera Indonesia menyatakan bahwa 20 ABK yang ada di Sinar Kudus telah bebas setelah disandera selama 46 hari," ujarnya. Ia menambahkan, "Saat ini kapal sudah bergerak meninggalkan Somalia dan perompak sudah tidak ada di kapal."
 
Informasi pembebasan didapatkan pada pukul 17.10 WIB atau pukul 13.10 waktu Somalia. Setelah dibebaskan, ABK bersama Kapal Sinar Kudus akan menuju ke pelabuhan terdekat yang aman.
Kapal akan tetap menuju Rotterdam, tetapi ABK akan diganti dengan kru baru. Sebanyak 20 ABK yang disandera akan segera kembali ke Tanah Air.
 
Mengenai uang tebusan yang diberikan kepada perompak, Samudera Indonesia tak bersedia mengungkapkan. Ia hanya mengatakan bahwa jumlahnya lebih dari yang diberitakan di beberapa media.
Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak sejak 16 Maret 2011 lalu dinyatakan bebas setelah 46 hari dibajak. Menurut David, itu adalah waktu yang tergolong cepat sebab rata-rata kapal disandera selama 150 hari.

Kronologi Satgas TNI di Perairan Somalia
Egidius Patnistik | Senin, 2 Mei 2011 | 08:39 WIB

Dibaca: 4431 Komentar: 9
BBC Ilustrasi
KOMPAS.com — TNI akhirnya membuka diri mengenai misi militer yang dikirim untuk alternatif pembebasan MV Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia sejak 16 Maret 2011. ”Kami mengirim pasukan sejak 23 Maret. Ada tiga kapal perang, satu pesawat, dan satu helikopter. Meski akhirnya serbuan militer dibatalkan, KRI dan satuan udara terus membayangi MV Sinar Kudus dan mengumpulkan data tentang bajak laut,” kata Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul di Jakarta, Minggu (1/5/2011).
 
Keputusan mengirim 800-an personel militer diambil setelah Presiden RI memimpin rapat kabinet terbatas pada 18 Maret 2011. Ditetapkanlah satuan tugas (satgas) dengan sandi Duta Samudra I/2011.
Akhirnya pada 23 Maret diberangkatkan dua fregat, KRI Abdul Halim Perdanakusumah dan KRI Yos Sudarso, dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta. Sepasang fregat ini bertolak menuju Kolombo, Sri Lanka, dengan singgah di Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.
 
Selanjutnya pada 29 Maret, sebuah Boeing 737 TNI AU mengangkut personel Kopassus TNI AD dan Intai Amfibi TNI AL. Pasukan khusus diberangkatkan ke dua KRI yang berada di Sri Lanka. Perjalanan dilanjutkan ke daerah operasi pada 30 Maret.
 
Satgas mengumpulkan data intelijen dan pengintaian (reconnaissance) di perairan Somalia pada 5 April. Ada tambahan kekuatan berupa KRI Banjarmasin, sebuah kapal tipe landing platform dock, yang mampu mengangkut beberapa helikopter dan puluhan kendaraan tempur. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Kolinlamil, 21 April.
 
Pada 25 April, Satgas Duta Samudra tiba di Pelabuhan Salalah, Oman, untuk mengisi ulang perbekalan.
Pada 26 April, Satgas Duta Samudra kembali ke daerah operasi di Perairan Somalia. MV Sinar Kudus berada di pesisir Eil, kampung nelayan sekaligus sarang bajak laut Somalia yang berada 500 mil sebelah utara ibu kota Mogadishu.
 
Pada 1 Mei pukul 06.00 waktu setempat (pukul 11.00 WIB), Satgas Duta Samudra berada dalam jarak 15 mil laut dari MV Sinar Kudus. Jarak tersebut memungkinkan kontak visual dengan mata telanjang. Jangkauan mata manusia adalah 20 mil horizon di lautan luas.
 
”KRI kita membayangi para bajak laut dan MV Sinar Kudus yang bergerak. Kami mengawal sampai semua bajak laut turun meninggalkan kapal. Kami mencegah agar jangan sampai ada kelompok bajak laut lain yang mengambil kesempatan. Ada sekurangnya 15 kelompok besar bajak laut di sana,” ujar Iskandar Sitompul.
Iskandar Sitompul mengatakan, serangan militer tidak dilakukan karena permintaan keluarga dan para nakhoda kapal niaga serta para sandera berada di tempat terpisah.
 
”Namun, kami menjaga seluruh proses dan mengawal Sinar Kudus hingga selamat tiba di Oman,” kata Sitompul. MV Sinar Kudus dengan muatan dan 20 awak kini bergerak dengan kecepatan 12 knot menuju Salalah di barat Oman, dekat perbatasan Yaman.
Pertanyaan tersisa, apakah TNI akan bergabung dengan patroli internasional membasmi bajak laut di Somalia? (Iwan Santosa)

Tebusan MV Sinar Kudus Lebih dari Rp 40 M
Yunanto Wiji Utomo | Heru Margianto | Minggu, 1 Mei 2011 | 20:34 WIB
Dibaca: 12294 Komentar: 53
MYSHIP MV Sinar Kudus.
JAKARTA, KOMPAS.com — Nilai uang tebusan yang dibayar untuk membebaskan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia di Teluk Aden, dekat pantai Somalia, lebih dari 4,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 40 miliar. Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Samudera Indonesia David Batubara di Jakarta, Minggu (1/5/2011).
 
Namun, David enggan menyebut angka pasti jumlah uang tebusan. Ia hanya membantah kabar yang beredar bahwa besar uang yang dibayarkan kepada perompak adalah 4,5 juta dollar AS. "Pemberitaan yang beredar dan dipublikasikan beberapa media itu tidak akurat. Jumlah yang kami bayarkan di atas itu," ujarnya. 
Diungkapkan, demi keselamatan anak buah kapal (ABK) dan awal kapal lain yang masih ditahan perompak, ia enggan menyebut jumlah pasti uang tebusan. "Kami jaga agar ABK tetap selamat. Makanya mungkin beberapa hal tidak bisa kami katakan," ucapnya. 
 
Selain enggan mengungkap nilai nominal uang tebusan, David juga tidak bersedia memerinci proses negosiasi dan langkah-langkah detail yang ditempuh untuk membebaskan ABK. Alasannya sama, demi keselamatan awak kapal.  Seperti diberitakan, Kapal MV Sinar Kudus dibebaskan pembajak setelah ditebus dengan sejumlah uang. Informasi pembebasan didapatkan pada pukul 17.10 WIB atau pukul 13.10 waktu Somalia. Pembajak mengambil alih kapal sejak 16 Maret 2011.

Menurut David, kapal akan tetap menuju Rotterdam, Belanda. Namun, ABK akan diganti dengan kru baru, sementara 20 ABK yang disandera akan segera kembali ke Tanah Air.

Tidak ada komentar:

Check Harga & Booking Langsung Online, Jangan Tunggu Habis / Harga Naik?

Peta Rute, Harga & Booking Ticket Online ( klik kota asal & tujuan, terlihatlah )

Tweet Tentang #Bali #Indonesia