Foto: Casa Blanca
Presiden AS Barack Obama menyampaikan pengumumannya mengenai tewasnya Osama bin Laden.
VOA Indonesia
Obama: Pasukan AS Tewaskan Osama bin Laden
Presiden AS Barack Obama mengumumkan dari Gedung Putih, tewasnya pemimpin Al-Qaida, Osama bin Laden, dalam operasi pasukan AS di Pakistan.
Setelah beredar laporan dari pejabat senior AS mengenai tewasnya orang nomor satu Al-Qaida, bin Laden, Presiden AS Barack Obama tampil dalam pidato yang disiarkan secara nasional Minggu malam waktu setempat, bahwa pasukan AS sukses menjalankan operasi yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan.
AP - Orang nomor satu Al-Qaida, Osama bin Laden.
Presiden Obama mengatakan dalam pidatonya, ia mendapat briefing Agustus tahun lalu mengenai petunjuk-petunjuk baru mengenai tempat persembunyian bin Laden di pedalaman Pakistan. Berbagai petunjuk tersebut berkembang dengan bantuan intelijen Pakistan, hingga pekan lalu, ia memberikan perintah untuk melancarkan operasi menangkap bin Laden. Jenazah pemimpin Al-Qaida tersebut kini ada berada di tangan pasukan AS.
Perkembangan ini datang hampir 10 tahun setelah serangan terhadap gedung kembar World Trade Center pada 11 September 2001.
Komentar (12)
Kirimkan Komentar Anda !
======================================================================
Pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden tewas
Terbaru 2 Mei 2011 - 11:40 WIB ;
BBC Indonesia
BBC Indonesia
Presiden Amerika Serikat menyatakan Osama Bin Laden tewas dalam baku tembak di Pakistan.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan bahwa pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden telah tewas terbunuh oleh pasukan Amerika Serikat di Pakistan.
Obama mengatakan Bin Laden tewas terbunuh dalam baku tembak pada hari minggu (01/05) di sebuah rumah dekat ibukota Islamabad dan pemerintah AS telah mendapatkan jenazah Osama.Presiden AS menambahkan kematian Osama bukan akhir dari perperangan melawan terorisme.
"Malam ini saya bisa sampaikan ke rakyat Amerika dan ke dunia, Amerika Serikat telah melakukan operasi yang menewaskan Osama Bin Laden, pemimpin Al Qaeda," Obama mengatakan dalam pernyataan persnya yang disiarkan di televisi internasional secara langsung.
"Kita harus dan kita akan tetap berjaga-jaga sebagai sebuah negara," ujar Obama.
"Malam ini bisa saya sampaikan ke rakyat Amerika dan dunia, Amerika Serikat telah melakukan operasi yang menewaskan Osama Bin Laden, pemimpin Al Qaeda"
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat
Sambil melambaikan bendera Amerika Serikat, mereka meneriakan slogan patriotisme.
Serangan 11 September 2001
Serangan 11 September di tahun 2001 menewaskan hampir 3000 orang dan Bin Laden disebutkan oleh Pemerintah AS sebagai pihak yang menyetujui terjadinya serangan tersebut. Serangan tersebut merupakan yang terbesar pernah terjadi di tanah Amerika Serikat.Bin Laden adalah orang yang paling dicari oleh pemerintah AS dan kepalanya dihargai $25 juta atau sekitar 200 milyar rupiah. Presiden AS menyatakan bahwa pada Agustus tahun lalu dia di briefing mengenai kemungkinan lokasi Bin Laden.
Selanjutnya dia mengatakan informasi dari pihak intelijen menunjuk lokasi Bin Laden di Pakistan.
Presiden lalu mememerintahkan sebuah operasi khusu bernama "Tangkap Bin Laden" minggu lalu dan pada hari Minggu lalu ketika pasukan Amerika Serikat masuk daerah Abbottabad, sebelah utara ibukota Islamabad.
Profil al Qaeda semenanjung Arab
BBC Indonesia ; 30 Oktober 2010
Al Qaeda di Semenanjung Arab lancarkan "perang total"
Paket berisi bahan peledak ditemukan di dalam pesawat kargo dengan rute Yaman menuju Amerika Serikat. Badan-badan intelijen yakin paket itu terkait dengan kelompok al Qaeda di semenanjung Arab yang berbasis di Yaman.
Lalu apa dan siapa kelompok al Qaeda ini?
Al Qaeda di Semenanjung Arab, AQAP, dibentuk pada bulan Januari 2009 melalui penggabungan dua kelompok regional yang merupakan pecahan dari jaringan militan Islam di Yaman dan Arab Saudi.
Dipimpin oleh mantan pembantu Osama Bin Laden, kelompok ini bertekad menyerang fasilitas minyak, warga asing dan pasukan keamanan dalam upaya menyingkirkan kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Yaman dan mendirikan satu Kalifah Islam.
Kelompok ini mengaku bertanggungjawab atas sejumlah srangan di kedua negara dalam 12 bulan terakhir, dan dituduh Presiden Barack Obama mencoba meledakkan satu pesawat penumpang milik Amerika Serikat saat terbang menuju Detroit pada hari Natal tahun lalu.
Seorang warga Nigeria yang didakwa terkait dengan insiden ini, Umar Farouk Abdulmutallab, diduga telah memberitahu para penyidik bahwa anggota AQAP melatihnya di Yaman, memberi dia alat peledak berkekuatan besar dan memberi perintah.
Dia juga memperingatkan masih banyak orang seperti dia yang akan segera melakukan serangan.
Pemancungan
Al Qaeda di Arab Saudi menyerang sasaran
-sasaran barat di Riyadh
Meski kemudian pasukan keamanan Arab Saudi melakukan operasi penangkapan militan Islam dan radikal, kelompok ini bisa melakukan satu serangan ke kompleks perumahan Muhayyah di Riyadh pada bulan November 2003 dan menewaskan 17 orang.
Tahun 2004 kelompok ini mengalami pukulan keras ketika ketuanya, Khaled Ali Hajj -warga Yaman dan mantan pengawal Bin Laden- diserbu dan tewas di tangan tentara Arab Saudi.
Akan tetapi, kelompok ini segera bangkit kembali dibawah pimpinan seorang militan veteran Arab Saudi, Abdul Aziz al-Muqrin, dan melancarkan serangkaian serangan besar-besaran.
Tanggal 1 Mei 2004, kaum militan menembak mati lima pekerja asal negara barat di satu kompleks petrokimia di kota Yanbu, Arab Saudi. Tanggal 29 Mei, lebih dari 20 warga asing dan Arab tewas dalam serangan ketiga lokasi di dekat kota al-Khobar, yang menyebabkan kekhawatiran akan ketidakstabilan politik meningkat dan mendorong harga minyak global.
Bulan berikutnya, anggota AQAP menculik dan memancung pegawai perusahaan pesawat ruang angkasa asal Amerika bernama Paul Johnson.
AQAP
- Didirikan bulan Januari 2009 setelah al Qaeda Arab Saudi dan Yaman menggabungkan diri
- Bermarkas di Yaman timur
- Dipimpin Nasser al-Wuhayshi, warga Yaman mantan pembantu Osama Bin Laden. Wakil pemimpin adalah Said al-Shihri yang pernah dipenjara di Guantanamo
- Tujuan menyingkirkan kerajaan Arab Saudi dan pemerintah Yaman, dan mendirikan Kalifah Islam
- Terkenal setelah melakukan pemboman di Riyadh tahun 2003, dan serangan terhadap kedubes AS di Sanaa tahun 2008
- Mengatakan bertanggungjawab atas upaya pemboman pesawat penumpang Amerika yang gagal pada bulan Desember 2009
Namun kemenangan mereka tidak berlangsung lama karena operasi penyerbuan pasukan keamanan terhadap satu tempat persembunyian di Riyadh menyebabkan Muqrin tewas ditembak.
Meski setidaknya militan menewaskan setidaknya sembilan orang dalam penyerbuan ke konsulat Amerika di Jeddah bulan Desember 2004, al Qaeda di Semenanjung Arab tidak banyak melakukan aksi serangan yang sukses dibawah kepemimpinan pengganti Muqrin, Salih al-Awfi.
Dinas keamanan Arab Saudi secara bertahap berhasil menguasai keadaan dan berhasil mencegah serangan-serangan besar pada tahun 2005 ketika Awfi tewas dalam operasi penggerebekan polisi di kota suci Madinah.
Meski jumlah warga Arab Saudi yang menjalani latihan di kemp militan dan mendapat pengalaman bertempur di tempat seperti Irak, kelompok ini semakin kesulitan mengorganisir sel-sel operasional di dalam wilayah Arab Saudi. Upaya serangan penting paling akhir yang dilakukan adalah ke fasilitas minyak Abqaiq pada bulan Februari 2006.
Lari dari Penjara
Sementara itu di Yaman -negara asal keluarga Bin Laden- kaum militan Sunni memanfaatkan pemerintah pusat yang lemah yang kewenangannya tidak mencakup wilayah di luar ibukota Sanaa, dengan mendirikan markas di wilayah kesukuan yang secara umum memiliki otonomi.
Meski sel-sel al Qaeda dianggap bertanggungjawab atas sejumlah serangan di dalam wilayah Yaman sejak serangan kapal kecil ke kapal perang USS Cole dekat pelabuhan Aden tahun 2000 yang menewaskan 17 tentara angkatan laut, baru lima tahun lalu satu kelompok afiliasi yang berfungsi penuh terbentuk.
Menurut Gregory Johnsen dari Universitas Princeton, antara tahun 2002 dan 2003 pemerintah Yaman bekerja erat dengan Amerika Serikat dalam memerangani al Qaeda.
Dan di akhir periode -yang antara lain diwarnai dengan pembunuhan satu pemimpin lewat serangan pesawat tak berawak CIA yang kontroversial- ini, al Qaeda tampaknya berhasil dilemahkan sehingga kedua negara mengalihkan perhatian.
Al Qaeda di Yaman bertanggungjawab
atas serangan di ibukota Sanaa
Sebagian besar dari tersangka itu berhasil ditangkap kembali atau tewas, namun dua napi yang tidak begitu dikenal berhasil terus bebas dan mereka adalah Nasser Abdul Karim al Wuhayshi, mantan asisten pribadi Bin Laden di Afghanistan, dan Qasil al Raymi.
Wuhayshi, berusia 33 tahun dan berasal dari negara bagian al Baida, bersekolah di institusi keamaan di Yaman sebelum berangkat ke Afghanistan di akhir tahun 1990an. Dia bertempur di Tora Bora pada bulan Desember 2001 sebelum melarikan diri ke perbatasan dan menyebrang ke Iran. Dia ditangkap di negara itu dan diekstradisi ke Yaman tahun 2003.
Setelah melarikan diri dari penjara, Wuhayshi dan Raymi dilaporkan memimpin pendirian al Qaeda di Yaman yang menerima anggota baru dan pejuang berpengalaman Arab yang kembali dari Irak dan Afghanistan.
Dengan perlindungan dari suku Yaman yang tidak suka dengan campur tangan pemerintah, kelompok ini mendirikan markas-markas yang menjadi pusat peluncuran serangan baru.
Kelompok ini mengaku bertanggungjawab atas dua serangan bunuh diri yang menewaskan enam wisatawan barat sebelum dikaitkan dengan serangan terhadap kedutaan AS di Sanaa pada bulan September 2008 dengan mempergunakan bom dan granat yang dilontarkan dengan roket. Sepuluh penjaga warga Yaman dan empat warga sipil tewas bersama dengan enam orang pelaku serangan.
Empat bulan kemudian, lewat rekaman video, Wuhayshi mengumumkan penggabungan al Qaeda dari Yaman dan Arab Saudi menjadi "al Qaeda Organisasi Jihad di Semenanjung Arab".
Pengamat mengatakan langkah itu dibuat untuk menggabungkan anggota al Qaeda Arab Saudi yang melarikan diri dari negara mereka dan militan Yaman dibawah satu payung yang merupakan langkah pertama sebelum melakukan serangan ke seluruh wilayah.
Dalam rekaman itu, duduk di samping Wuhayshi dan Raymi adalah wakil ketua baru, Said Ali al Shihri, warga Arab Saudi yang dibebaskan dari penjara Guantanamo pada bulan November 2007.
Mantan tahanan lain, Mohammed Atiq al Harbi alias Mohammed al Awfi, terlihat di samping mereka dan dia disebut-sebut sebagai komandan lapangan.
Yang memalukan bagi Riyadh dan Washington, kedua orang itu dibebaskan dari Guantanamo untuk diserahkan ke pemerintah Arab Saudi di bawah program "deradikalisasi" bagi kaum militan yang antara lain meliputi program terapi seni. Keduanya meninggalkan fasilitas itu beberapa minggu setelah masuk program ini.
Serangan Meningkat
Operasi pertama kelompok ini di luar Yaman dilakukan di Arab Saudi pada bulan Agustus 2009 terhadap kepala keamanan kerajaan, Pangeran Mohammed bin Nayef meski dia selamat.
Pembom menyembunyikan bom yang mengandung bahan peledak tingkat tinggi PETN [pentaerythyritol] di dalam tubuhnya.
Wuhayshi diduga membentuk al Qaeda
di Semenanjung Arab
"Kami memberitahu warga Amerika bahwa karena kalian mendukung pemimpin yang membunuh kaum wanitan dan anak-anak kami...kami datang untuk membunuh kalian [dan] kami akan membunuh anda tanpa [peringatan], balas dendam kami sudah dekat," ujar kelompok ini.
"Kami menghimbau seluruh Muslim...untuk mengusir seluruh orang kafir dari Semenanjung Arab dengan membunuh para penjajah Kristen yang bekerja di kedutaan besar atau tempat lain...[dalam] perang total terhadap seluruh penjajah Kristen di Semenanjung milik Muhammad."
Setelah upaya pemboman itu pasukan pemerintah Yaman meluncurkan serangan besar terhadap AQAP, dengan sasaran para pemimpin senior kelompok itu dan juga kem pelatihan di daerah otonomi Shabwa, Abyan dan Marib.
Serangan itu dukung penuh oleh Amerika Serikat yang mengirim penasehat, menyediakan intelijen, mengerahkan pesawat pembom tak berawak dan menembakkan rudal.
Meski para pejabat mengatakan enam pemimpin tewas, serangan ini dianggap tidak berhasil karena kelompok ini justru mengubah strategi dan meningkatkan serangan di dalam wilayah Yaman.
Sejak bulan Januari, AQAP telah melakukan puluhan serangan bersenjata dan pemboman dengan sasaran militer, warga sipil dan diplomat yang menewaskan 90 personel keamanan dan warga sipil.
Laporan soal jumlah anggota AQAP sangat beragam -sejumlah pakar mengatakan jumlah pejuangnya tidak lebih dari 50 orang, sementara pihak lain yakin jumlah anggotanya berkisar antara 200-300 orang- tetapi sebagian besar sepakat bahwa jika organisasi ini dibiarkan mereka akan menjadi ancaman besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar