Peta Bendera Negara Pengunjung

Free counters!

Daily Entry and all Arsips

Kamis, 07 April 2011

Selly Cantik, Sepak Terjang Penipuanya plus Tangisan Manisnya ?

Selly, si Penipu Cantik dan Sepak Terjangnya
Bagaimana sepak terjangnya dan apa latar belakang dia sehingga melakukan kejahatan itu.
 
Selasa, 29 Maret 2011, 06:02 WIB ; Maryadie

VIVAnews - Nama Rasellya Rahman Taher alias Selly Yustiawati kembali tenar. Gadis yang dulu populer di internet karena dituduh sebagian orang sebagai penipu ulung kembali ramai diperbincangkan setelah ditangkap di Bali.

Dia dicokok polisi bersama menginap di sebuah hotel bersama pacarnya, di kawasan Seminyak Kuta. Selama ini, Selly menjadi buronan Polda Metro Jaya dan Polresta Bogor dalam kasus penipuan dengan berbagai modus. Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor sebelumnya telah resmi menetapkan Selly dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 4 Maret 2010.

Lalu siapakah Selly Yustiawati sebenarnya? Banyak versi tentang jati diri Selly. Ada yang menyatakan dia berasal dari Lampung namun lainnya lagi menyebutnya dari Bogor.

Namun hasil penelusuran VIVAnews.com, menyebutkan Selly adalah anak pertama dari dua bersaudara. Hubungan Selly dengan keluarganya tidak begitu akrab. Dia sudah tidak tinggal bersama keluarga. 

Selly sudah pernah berkeluarga, dan memiliki anak berumur empat tahun. Anak itu hasil pernikahannya yang gagal dengan mantan suaminya. "Saya jadi seperti ini sejak saya cerai dengan suami. Pekerjaaan saya tidak ada yang benar. Saya nikah tahun 2004 sampai 2006, dan 2007 resmi bercerai, karena kasus kekerasan dalam rumah tangga," kata Selly.

Dia terpaksa cerai karena tidak tahan dengan sikap suaminya. "Saya sering dipukuli suami. Saat itu suami saya masih kuliah, sementara saya yang bekerja," kata dia.  Selly yang lulusan S1 Komunikasi angkatan tahun 2000 itu mengaku rindu dengan anak perempuannya.

Keluarga mengakui Selly merupakan anak nakal.  Mereka juga mengetahui perilaku Selly yang suka menipu sudah sejak lama. Bahkan Yusral, ayah Selly mengaku, keluarga sudah pasrah dengan perilakunya yang merugikan banyak orang. Sejak kecil Selly dikenal anak yang tenang dan santai. Tidak terlihat tanda-tanda jika Selly pandai menipu.

Aksi penipuan Selly dimulai pada tahun 2006. Ketika itu pada Kamis 3 Agustus 2006, sejumlah mahasiswi Universitas Moestopo melaporkan Selly karena penipuan ke Polda Metro Jaya.

Selly menjanjikan para mahasiswi itu menjadi Sales Promotion Girl (SPG), asalkan mereka menyetor Rp 200 ribu per orang. Sebanyak 30 mahasiswi terbujuk, Selly pun melarikan Rp 6 juta.

Penipuan berlanjut pada tahun 2008. Ketika itu, dia menjadi staf HRD Hotel Gran Mahakam. Modusnya kali ini adalah menawarkan pulsa murah, selain juga mengaku sakit dan butuh uang. Korban pun berjatuhan dari karyawan Gran Mahakam. Setelah bekerja sekitar dua bulan, Selly menghilang pada awal 2009.

Aksi Selly kembali dilakukan di Kompas Gramedia tahun 2009. Ketika itu dia menjadi operator telepon redaksi Kompas. Dalam aksinya Selly mengaku sebagai wartawan Kompas. Modus penipuannya tak berubah. Menawarkan pulsa murah dan meminjam uang untuk kebutuhannya.

Atas tuduhan ini Selly mengatakan "Pada 2009 saya memang bekerja di sana (Kompas) di bagian penerimaan surat-surat. Teman-teman di Kompas ada enam orang yang saya pinjam uangnya, itu pun sudah diselesaikan."

"Kalau saya pinjam uang teman, itu pun uangnya tidak saya pakai sendiri. Itu buat bersenang-senang dengan teman yang meminjamkan uangnya ke saya," lanjut Selly.

Namun tak sedikit uang yang dikeruk Selly. Sekitar Rp30 juta uang karyawan dan wartawan Kompas diraup sebelum kembali menghilang. Setelah 6 bulan dicari, karyawan Kompas berhasil menjebak Selly dan membawanya ke Polsek Tanah Abang pada awal Januari 2010. Namun Selly hanya diminta membuat surat perjanjian untuk mengembalikan uang dan tidak mengulangi perbuatannya.

Aksi Selly pun terus berlanjut hingga berhasil memperdayai ratusan korban. Tapi perjalanan wanita penipu berparas cantik itu berakhir di Bali setelah ia dicokok Kepolisian Sektor Denpasar. Selly dibekuk ketika ia menginap di sebuah hotel bersama pacarnya, di kawasan Seminyak Kuta, Sabtu 26 Maret 2011. Dia ditangkap karena telah menjadi buronan Polda Metro Jaya dan Polresta Bogor sejak 4 Maret 2010.

• VIVAnews
 
Isak Tangis Selly si Penipu Cantik
"Saya jadi seperti ini sejak cerai dengan suami. Pekerjaaan saya tidak ada yang benar."
 
Senin, 28 Maret 2011, 12:53 WIB ; Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Penipu cantik yang baru ditangkap polisi, Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher, menangis di depan para wartawan yang mengerumuninya di Markas Polsek Denpasar Selatan. Memakai kaus coklat dan tampil tanpa riasan, dia pun mencurahkan isi hatinya tentang berbagai hal--soal suka-dukanya jadi buron, anaknya, juga deritanya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

"Semenjak kasus ini, saya jarang pulang, saya kos, dan orangtua pun tidak tahu. Karena rasa takut itu saya tidak berani pulang," kata Selly sambil bercucuran air mata, Senin, 28 Maret 2011.

Selly yang lulusan S1 Komunikasi angkatan tahun 2000 itu mengaku rindu dengan anak perempuannya yang baru berusia empat tahun, hasil hubungannya dengan mantan suaminya.

Dia pun mengisahkan awal mula ia terjerat praktik penipuan.

"Saya jadi seperti ini sejak saya cerai dengan suami. Pekerjaaan saya tidak ada yang benar. Saya nikah tahun 2004 sampai 2006, dan 2007 resmi bercerai, karena kasus kekerasan dalam rumah tangga. Saya sering dipukuli suami. Saat itu suami saya masih kuliah, sementara saya yang bekerja," kata dia.

Selly membantah pernah mengaku-aku sebagai wartawan Kompas, seperti yang dinyatakan para korbannya.

"Pada 2009 saya memang bekerja di sana (Kompas) di bagian penerimaan surat-surat. Teman-teman di Kompas ada enam orang yang saya pinjam uangnya, itu pun sudah diselesaikan," kata dia. "Kalau saya pinjam uang teman, itu pun uangnya tidak saya pakai sendiri. Itu buat bersenang-senang dengan teman yang meminjamkan uangnya ke saya."

Selly mengaku menyesali perbuatannya. "Saya minta maaf kepada semua orang yang pernah saya rugikan. Juga kepada keluarga saya, terutama anak saya yang sudah saya tinggal sejak Desember lalu," kata dia.

Selly dibekuk Kepolisian Sektor Denpasar saat menginap bersama pasangannya di sebuah hotel di kawasan Seminyak, Kuta, Sabtu, 26 Maret 2011 lalu. Hari ini, Selly yang asal Jakarta itu dijemput oleh petugas Kepolisian Resor Bogor Kota, yang memasukkan dia dalam Daftar Pencarian Orang. (Laporan: Peni Widarti, Bali | kd)

• VIVAnews
Rating
Komentar
cahria
28/03/2011
Pertanyaannya, kenapa dia g kepikiran nipu pejabat korup? atau jangan2 udah.....
Balas
badonk
28/03/2011
Kok beda ya kalau ga make up..???
Balas
cahria | 29/03/2011
Mending besok anda ke polres bogor, liat dia pas bangun tidur sama g mukanye ame poto, atau jangan-janagn kita ame polisi di tipu .
edoywokwok
28/03/2011
betul ituuu
Balas
paulozinha
28/03/2011
Hayo siapa yang percaya sama ceritanya ??
Balas
bynorman
28/03/2011
Yang penting seorang penipu harus dihukum. Apalagi beliau seorang yg 'intelek' (sarjana). Soal ceritanya masalah KDRT dll, banyak juga yg mengalami begitu tapi ga harus menipu.
Balas
brama_kumbara | 29/03/2011
setuju

Check Harga & Booking Langsung Online, Jangan Tunggu Habis / Harga Naik?

Peta Rute, Harga & Booking Ticket Online ( klik kota asal & tujuan, terlihatlah )

Tweet Tentang #Bali #Indonesia